PETI Marak di Dam Kutur Moenti, Puluhan Alat Berat Diduga Bebas Beroperasi, Kades Saat Dikonfirmasi Mengaku Tidak Tahu

Pelanginusantaranews.com, SAROLANGUN – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga semakin marak di kawasan Dam Kutur, Desa Moenti, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Berdasarkan informasi yang diterima serta hasil pantauan di lapangan, aktivitas PETI tersebut diduga telah menyebabkan kerusakan lahan di sekitar kawasan Dam Kutur. Bahkan, puluhan unit alat berat dilaporkan dan terpantau beroperasi di kawasan tersebut.

Aktivitas PETI yang berlangsung di sekitar Dam Kutur itu dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. Apabila aktivitas tersebut terus berlangsung dan tidak segera dilakukan penertiban, masyarakat khawatir kerusakan di kawasan sekitar Dam Kutur akan semakin parah.
Kekhawatiran juga muncul terkait potensi dampak terhadap Dam Kutur.

Warga berharap pihak berwenang dapat segera melakukan pengecekan dan penanganan, mengingat apabila terjadi kerusakan pada kawasan dam, hal tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat di Desa Moenti dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga  Kapolres Sarolangun Cek Pos Yan dan Pos Pam Natal dan Tahun Baru 2026 Kabupaten Sarolangun

Selain keberadaan puluhan alat berat, hasil pantauan di lapangan juga menemukan adanya satu unit mobil tangki yang diduga mengangkut sekitar 5.000 liter bahan bakar minyak (BBM) menuju lokasi yang diduga menjadi area aktivitas PETI.

Mobil tangki tersebut menggunakan nomor polisi AD 9698 KD dan terlihat menuju ke arah lokasi aktivitas PETI yang berada tidak jauh dari Jembatan Dam Kutur, Desa Moenti.

Penyaluran BBM dalam jumlah besar menuju lokasi yang diduga menjadi area aktivitas PETI tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pihak berwenang.

Aparat penegak hukum dan instansi terkait diminta melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan aktivitas yang berlangsung serta menindak apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.

Sementara itu, Kepala Desa Moenti, Utih Harianto, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait aktivitas PETI di kawasan Dam Kutur, mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas yang terjadi di lokasi tersebut.

Baca Juga  Polres Sarolangun Gelar Patroli Skala Besar Jamin Rasa Aman Warga Masyarakat Sarolangun

Utih mengatakan dirinya belum pernah datang langsung ke lokasi yang dimaksud. Namun, ia mengaku telah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas di kawasan tersebut.

Menurut Utih, dirinya juga mendapat cerita dari masyarakat bahwa aktivitas tersebut diduga dilakukan oleh rombongan seseorang bernama Alim. Namun, Utih menegaskan bahwa informasi tersebut hanya berdasarkan cerita yang diterimanya dan dirinya tidak dapat memastikan kebenarannya.

Saya tidak pernah ke lokasi. Saya dapat informasi dari masyarakat, katanya rombongan Alim, tapi saya tidak tahu benar atau tidak. Itu hanya cerita yang saya dengar dari masyarakat,” ujar Utih.

Utih juga menyampaikan bahwa Alim yang disebut dalam informasi tersebut merupakan warga Desa Mensao. Namun demikian, terkait dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam aktivitas PETI tersebut, masih memerlukan penelusuran dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang.

Baca Juga  Kasat Reskrim Sebut Akan Lakukan Tindakan terhadap Pelaku lain Jika ada Keterkaitan terhadap Kematian Rimis

Di akhir pembicaraan, Utih mengatakan dirinya tidak keberatan apabila informasi mengenai aktivitas tersebut diberitakan, namun meminta agar dirinya tidak dilibatkan dalam dugaan aktivitas PETI tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan instansi berwenang, mengenai aktivitas yang diduga terjadi di kawasan Dam Kutur, Desa Moenti.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan pemerintah terkait dapat segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi mengenai aktivitas PETI, keberadaan alat berat, serta dugaan distribusi BBM menuju kawasan tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *