Pelanginusantaranews.com,
SAROLANGUN – Ariyos Mantan Pejabat Kepala Desa Gurun Tuo Simpang Kecamatan Mandiangin Rabu (10/12/2025) dihadapan para pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sarolangun memberikan Klarifikasi terhadap tuduhan Warga Gurun Tuo Simpang bersama BPD yang beberapa waktu lalu membuat statement yang menyudutkan tanpa memberi ruang hak Jawab melalui salah satu Media online
Ariyos menguraikan beberapa persoalan antara lain terkait masalah Jalan yang di rencanakan degan Volume 800 meter di Desa Gurun Tuo Simpang, ” ternyata di waktu berjalan nya kegiatan ada kendala Salah satu Masyarakat yang tidak mengizinkan lewat yang di rencanakan dari awal, sehingga jalan itu kami cari solusi dialih ke Tempat yang baru kami temukan tapi degan syarat yang punya tanah minta semenisasi, padahal pertama tidak ada rencana kami semenisasi hanya bukak jalan, karena ada permasalahan tersebut ya terpaksa kami membuka jalan dan menyemenisasi ukuran lebar 4 meter dan panjang lebih kurang 100 meter, itulah kendala yang pertama, yang kedua selain jalan itu ada kendala Dana Desa itu sebagian tahap ke tiga ditarik ke pusat tidak bisa di cairkan, sehingga itu menambah beban kami, itu terkait masalah jalan.”
” Masalah pengadaan bibit kita sudah koordinasi dan anggarkan sekitar 3000 batang bibit sawit, namun di perjalanan banyak yang memanfaatkan masalah bibit sawit ini, sehingga terlalu banyak Masyarakat yang menginginkan bahkan kalau diprediksi sampai puluhan ribu yang harus kita siapkan, itu juga sebenarnya saya sudah menyanggupi namun disini banyak sekali oknum oknum yang merusak bagaimana bantuan program ini tidak berjalan sehingga kami kesulitan, namun Masalah kata nya kwalitas kami sudah Rapat di kantor Desa pertama sekali kita beli bibit yang pakai Lebel benar benar dari perusahaan, yang kedua kita beli bibit biasa karena kalau kita mau beli bibit semuanya pakai Lebel sudah pasti tidak cukup anggaran itu sudah dimusyawarahkan jadi apalagi yang mau permasalahan kalau kita sudah per-per seperti itu.”
“Kalau masalah Lampu jalan katanya 40 juta saya tidak tau kalau ada anggaran 40 juta, namun yang pasti sebagian sudah kita kerjakan sebagian memang belum kita kerjakan dikarenakan kemarin ada program batas Desa, jadi program batas desa se-kabupaten Sarolangun bahkan mungkin se-provinsi Jambi, ini perintah memang dari pemerintah agar kita membuat batas batas yang benar benar akurat, selama ini batas dianggap belum ada yang akurat sedangkan dana ini di ambil dari dana provinsi atau dana BKBK, sedangkan dana BKBK yang 2025 belum cair yang 2024 pun belum cair, sehingga kita menganggarkan Dana untuk Lampu ini dulu,menutupi agar tidak terlantar anggota TOPDAM dan Masyarakat yang berangkat untuk mengurus tapal batas.” Kata Ariyos
“Selanjutnya Masalah Ketahanan Pangan itu sudah kita laksanakan, sudah kita tanam sudah kita bukak hampir 4 hektar itu, bahkan sudah ada kolam, tinggal Kita isi ikan nya lagi degan makanan nya, jagung sudah di tanam cuma karena masyarakat ribut-ribut maka tukang tanam jagung itu lari kemaren,”
” Sebenarnya tidak ada masalah semua itu bisa diselesaikan, saya sudah bertanggung jawab kemaren waktu rapat di terakhir di kantor Camat pada bulan September saya minta kepada BPD, saya akan menyelesaikan di akhir 2025 ini, setelah itu saya mengundurkan diri saya tidak sanggup lagi karena terlalu banyak permasalahan, mulai dari pencurian sawit itu terlalu banyak pencurian sehingga saya ingin menyelesaikan urusan urusan itu ada pihak pihak tertentu yang memang membenci saya tidak senang dengan saya yang akan mengurangi pencurian sawit ini karena masyarakat sudah sangat resah, bahkan kemarin sempat saya di datangi oknum preman di kantor desa membawak senjata, baik senjata api maupun senjata tajam, disitu saya sudah mengerti bahwa ini bukan lagi sekedar urusan orang maling memang ada pihak pihak tertentu yang kurang senang dengan saya, ada penggerebekan pesta sabu oleh aparat kepolisian sektor Mandiangin di gurun tapi mereka kabur anggapan mereka saya yang lapor, jadi mereka sangat resah dan tidak betah selama saya jadi PJ kades gurun Tuo simpang, mulai dari maling sawit sampai narkoba.merasa tidak aman kalau saya masih menjadi PJ Kepala Desa Gurun Tuo Simpang.
BPD katanya dia ingin menyelesaikan urusan itu, kan ada Dana dana yang belum cair, seharusnya Dana itu cair saya bisa akan menyelesaikan semua masalah yang belum selesai, karena dia tidak ingin saya lama-lama iya saya mengundurkan diri, namun nyatanya mereka tidak ada yang bertanggung jawab atas setelah saya pengunduran diri.”
” Kan masih ada Dana BKBK 2024, Dana BKBK 2025 ada Dana-dana yang lain, kan itu bisa selesai bahkan masih ada sisa, kalau memang niat kita baik, tapi kalau niat kurang baik bagaimana pun iya tetap pasti ada cara cara orang mencari kesalahan kita.” Pungkas Ariyos
Penulis: An75












