Ayah Almarhum Dimas Sebut Bos Tempat Kerja Empat Kali Janji Datang, Namun Tak Kunjung Temui Keluarga

Pelanginusantaranews.com, SAROLANGUN — Ayah almarhum Dimas, Romi Yanto, mengatakan, pihak keluarga saat ini masih menunggu kejelasan mengenai penyebab kematian Dimas. Ia berharap proses otopsi yang dilakukan oleh Tim Sidokkes Polres Sarolangun bersama Tim Biddokkes Polda Jambi dapat memberikan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Harapan saya sebagai bapak kandungnya, meminta yang sebenar-benarnya terjadi. Apa kepastian dari hasil otopsi nanti, apa yang sebenarnya terjadi, itulah yang kita harapkan. Kita meminta agar persoalan tersebut bisa dibuka dan menjadi terang benderang serta kebenarannya dapat terungkap,” ujar Romi.

Menurut Romi, hingga saat ini pihak tempat almarhum Dimas bekerja belum datang menemui keluarga. Ia menyebut sudah empat kali pihak tersebut berjanji akan datang, namun kedatangan itu belum juga terealisasi.

Sudah empat kali berjanji mau datang, namun hanya janji-janji saja,” kata Romi.

Baca Juga  Diduga KPHP Sibuk Dinas diluar Kota Hutan Produksi di Pemusiran habis di Kapling kapling di tanam Kelapa Sawit

Tokoh Masyarakat Soroti Sikap Pemerintah Desa dan Lembaga Adat Pulau Salak Baru Kecamatan Batang Asai

Terpisah, seorang tokoh masyarakat dan tokoh adat Desa Taman Dewa mengatakan, dalam sebuah peristiwa kecelakaan kerja yang menyangkut nyawa seseorang, seharusnya ada langkah-langkah yang lazim dilakukan oleh pemerintah desa maupun lembaga adat.

Menurutnya, terlepas dari persoalan hukum yang saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian, pemerintah desa dan lembaga adat seharusnya dapat hadir untuk bersilaturahmi serta menunjukkan kepedulian kepada keluarga yang sedang mengalami musibah.

Ia menilai persoalan seperti ini semestinya ada komunikasi musyawarah dengan mengedepankan adat istiadat dan hubungan kekeluargaan antar warga maupun antar desa.

Namun, hingga saat ini, menurut keterangan yang disampaikan, pemerintah Desa Sungai Salak Baru, Kecamatan Batang Asai, maupun lembaga adat setempat disebut belum datang untuk duduk bersama keluarga Dimas maupun Pemerintah Desa Taman Dewa.

Baca Juga  SMP N Satap 10 Sarolangun Sudah Memprihatinkan

Kades Taman Dewa: Semoga Kasus Terungkap Terang-Benderang

Sementara itu, Kepala Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin, Dicky Hermansyah, saat dikonfirmasi di lokasi pemakaman umum seusai menghadiri kegiatan otopsi terhadap jenazah Dimas, berharap kasus tersebut dapat segera terungkap secara jelas.

Dicky mengatakan, pemerintah desa berharap proses penyelidikan dapat memberikan jawaban mengenai penyebab kematian Dimas. Ia juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adil dan tidak menimbulkan perselisihan antara desa maupun kecamatan di Kabupaten Sarolangun.

Kejadian ini terungkap dengan jelas. Itulah harapan kami dari pemerintah desa,” ujar Dicky.

Terkait komunikasi dengan Pemerintah Desa Sungai Salak Baru, Dicky mengatakan pihaknya telah mendapatkan komunikasi dari kepala desa setempat.

Baca Juga  Polres Muratara dan Forkompinda Laksanakan Tanam Jagung Serentak

Sejauh ini pihak Pemerintah Desa Sungai Salak Baru, kepala desa ada menghubungi. Tentunya harapannya sama, namun beliau selaku Pj. Kepala Desa memberikan harapan yang sama dengan kami. Tapi ini tergantung pada pihak yang berkaitan dengan masalah ini,” kata Dicky

Keluarga Menunggu Kepastian
Keluarga almarhum Dimas kini masih menunggu hasil pemeriksaan dan otopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian.

Keluarga berharap seluruh proses penyelidikan dapat berjalan secara transparan dan profesional, sehingga fakta mengenai peristiwa yang menimpa Dimas dapat diketahui secara terang-benderang.

Proses hukum dan penyelidikan terkait kematian Dimas masih berjalan. Hasil otopsi dan pemeriksaan pihak berwenang diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mengungkap fakta sebenarnya mengenai peristiwa tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *