Hasil Otopsi Keluar, Keluarga Dimas Desak Polisi Segera Ungkap Misteri Kematian

Pelanginusantaranews.com, SAROLANGUN – Babak baru dalam pengungkapan misteri kematian Dimas, warga Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, mulai terungkap. Dimas diketahui meninggal dunia di lokasi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Salak Baru, Kecamatan Batang Asai, pada 2 Agustus 2026 lalu.

Kematian Dimas dinilai janggal oleh pihak keluarga. Atas dasar tersebut, ayah almarhum kemudian membuat laporan polisi ke Polres Sarolangun pada 6 Agustus 2026.

Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah orang yang berada di lokasi saat kejadian. Selanjutnya, pada 19 Agustus 2026, tim Sidokkes Polres Sarolangun bersama Biddokkes Polda Jambi melakukan ekshumasi dengan membongkar makam almarhum Dimas untuk kepentingan pemeriksaan dan otopsi.

Baca Juga  Pemerintah Muratara Lepaskan 80 Jama'ah Umroh Menuju Baitullah

Hasil Otopsi Disebut Telah Keluar

Pada Sabtu, 4 September 2026, keluarga almarhum Dimas mengungkapkan bahwa hasil otopsi terhadap jenazah Dimas telah keluar. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, terdapat dugaan benturan benda tumpul pada sejumlah bagian tubuh almarhum.

Informasi tersebut disampaikan salah seorang anggota keluarga kepada wartawan. Ia mengatakan, berdasarkan hasil otopsi yang mereka ketahui, beberapa bagian tubuh Dimas diduga mengalami benturan benda tumpul, di antaranya bagian belakang kepala, dada, dan paha.

Keluarga berharap hasil otopsi tersebut dapat menjadi petunjuk penting bagi pihak kepolisian dalam mengungkap penyebab kematian Dimas serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Keluarga juga mendesak aparat kepolisian segera menuntaskan proses penyelidikan dan, apabila telah ditemukan bukti yang cukup, menetapkan pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga  Usulan Pembangunan inspratruktur Melalui Program BKBK disampaikan langsung oleh Wabup kepada Gubernur Sumsel

Ayah Dimas Pertanyakan Perkembangan Kasus

Hal senada disampaikan Romi Yanto, ayah kandung almarhum Dimas. Romi membenarkan bahwa hasil otopsi telah keluar. Namun, hingga kini, pihak yang diduga bertanggung jawab atas kematian anaknya tersebut belum terungkap.

Menurut Romi, saat kejadian berlangsung tidak banyak orang yang berada di lokasi. Karena itu, dirinya mempertanyakan mengapa kasus tersebut hingga kini belum menemukan titik terang.

Masak pelakunya masih belum terungkap, di situ cuma ada beberapa orang. Kalau otopsi ini tidak bisa mengungkapnya, enak tidak usah otopsi,” ujar Romi.

Romi berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus kematian anaknya secara terang. Ia juga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara serius dan transparan sehingga keluarga memperoleh kepastian hukum serta kejelasan mengenai penyebab kematian Dimas.

Baca Juga  Turut berbelasungkawa Ketua DPC Grib Jaya Kabupaten Sarolangun Berikan Donasi Kepada warga Lubuk Bedorong

Polisi Belum Berikan Keterangan Resmi

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hasil otopsi maupun perkembangan terbaru penyelidikan kasus kematian almarhum Dimas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed