Pelanginusantaranews.com,
SAROLANGUN – PT Agronusa Alam Sejahtera (PT.AAS) menjadi Lunak Setelah di Temui Puluhan Anggota Kelompok Tani Bina Usaha Muda Mandiangin yang di Ketuai Ariyos.
Awal mula Persoalan Ariyos ketua Kelompok Tani Bina Usaha muda Mandiangin mendapat Laporan dari anggotanya yang mana pihak perusahaan akan melakukan penggusuran lahan dan intimidasi terkait persoalan kebunan mereka yang telah ditanami pohon karet dan buah buahan, yang mana kebun tersebut telah di rawat degan rentang waktu yang cukup lama lokasi Kebun tersebut berada di sungai Cawang anak sungai Kapas.
Dari laporan tersebut Ariyos pada hari Selasa tanggal 22 September 2026 membuat surat pengaduan kepada Gubernur Jambi dan mengantar langsung Surat tersebut ke Jambi.
Surat tersebut juga ditembuskan kepada Pimpinan DPRD Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, serta Bupati Sarolangun
Ariyos menyampaikan bahwa adanya kegiatan pembukaan lahan PT AAS di wilayah Mandiangin Timur menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Mereka menyebut perusahaan tersebut diduga akan melakukan penggusuran terhadap lahan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk bertahan hidup.
Kelompok tani meminta Gubernur Jambi agar dapat menghubungi pihak PT AAS dan meminta agar tidak melakukan penggusuran terhadap lahan masyarakat sebelum persoalan tersebut mendapatkan penyelesaian.
Mereka juga menjelaskan bahwa masyarakat telah membuka dan mengelola lahan tersebut untuk bercocok tanam sebelum izin PT AAS dikeluarkan.
Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan ini agar masyarakat tidak kehilangan lahan yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dan setelah itu kemarin Ariyos memberi kabar Kepada media jika kamis (24/9/2026) pihak perusahaan meminta Ariyos agar ke Kantor Perusahaan PT AAS, pesan tersebut disampaikan oleh Wawan dari management PT AAS yang mengatakan jika Pimpinan mereka mengundang untuk bertemu di kantor Perusahaan. Kata Ariyos
Pada pagi harinya Ariyos Ketua Kelompok Tani Bina Usaha muda Mandiangin bersama puluhan anggota nya degan kendaraan bermotor mendatangi kantor perusahaan PT AAS, setelah sampai mereka menjumpai security yang lagi piket dan dari situ mereka mendapat informasi bahwa para pimpinan perusahaan tidak berada di kantor sedang ke Lokasi
Setelah menunggu lebih dari 2 jam barulah datang perwakilan dari Management Perusahaan bagian Sosial yang mengaku bernama Jumri menyambut kedatangan para Anggota Kelompok Tani Bina Usaha muda Mandiangin.
Dalam pembicaraan Jumri mengklarifikasi kepada Kelompok Tani Bina Usaha muda Mandiangin Jumri mengatakan, perusahaan pada prinsipnya tetap membuka ruang komunikasi dan penyelesaian apabila terdapat lahan atau tanaman masyarakat yang telah aktif dan telah dikelola dalam waktu tertentu.
“Kalau memang punya masyarakat yang sudah ada tanamannya, yang sudah aktif, dalam artinya tanamannya sudah dua tahun ke atas, itu tetap kami pertimbangkan ke manajemen untuk masalah penyelesaiannya bagaimana,” ujar Jumri.
Menurutnya, kegiatan perusahaan di lapangan dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Namun, apabila dalam areal yang masuk RKT terdapat tanaman masyarakat, pihak perusahaan tidak serta-merta mengambil tindakan, melainkan akan melakukan pendataan dan mempertimbangkannya bersama manajemen.
Jumri juga menanggapi adanya bahasa dalam pemberitaan sebelumnya yang menyebut adanya intimidasi dari pihak perusahaan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menghendaki adanya tindakan arogan terhadap masyarakat.
“Dari kami pun tidak bisa arogansi. Saya nggak mau. Kalau intimidasi itu dari segi apa, hal apa, itu yang perlu diklarifikasi,” ujarnya.
Jumri menyebutkan pihak perusahaan tidak ada intimidasi kepada Masyarakat
Selain itu Jumri memberikan Contoh lahan punya Ariyos telah ada Peta nya dan Ariyos sudah tau peta nya dimana
” Ariyos sudah orang lama dak mungkin ibarat nya walaupun masuk RKT disitu butuh dokumentasi keadaan nya seperti apa bukannya kita sekonyong-konyong tidak.” Kata Jumri
Semetara itu Ariyos ketua Kelompok Tani Bina Usaha muda Mandiangin meminta agar lahan yang berada di pinggiran kebun karet warga untuk di tinggalkan jagan di gusur untuk kepentingan sebagian masarakat dan kebutuhan sehari-hari.
“Kadang ada yang mencari binatang yang Halal untuk di makan, ada juga yang mencari burung dan yang sangat penting untuk anak cucu cari kayu untuk bikin rumah, kalau sudah di tanam eukaliptus semua kemana lagi cari kayu untuk kepentingan anak cucu bikin perumahan.” Kata Ariyos
Setelah perbicangan dan klarifikasi tersebut selesai kedua belah pihak bersalam salaman, setelah itu para anggota Kelompok Tani Bina Usaha muda Mandiangin turun ke kebun dan memperlihatkan kondisi kebun mereka kepada media.
Dari kelompok tersebut ada yang menanam Jeruk manis degan luasan lahan lebih kurang dua hektar, selain itu ada juga kebun karet yang sudah menghasilkan diperkira usia 12 s/d 15 tahun, ada juga tanaman yang sudah Besar dan Rindang seperti pohon Cempedak, dan bacang, serta lain lainnya yang usia nya diperkira lebih dari 20 tahun (*)






