Dana Pemeliharaan SDN 050/VII Pauh Dipertanyakan, Kondisi Sarana Sekolah Diduga Tak Terawat

Berita, Pendidikan35 Dilihat

Pelanginusantaranews.com, SAROLANGUN – Pengelolaan dana pemeliharaan sarana dan prasarana di SDN 050/VII Pauh, Kabupaten Sarolangun, dipertanyakan. Pasalnya, anggaran pemeliharaan yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mencapai puluhan juta rupiah dalam dua tahun terakhir, sementara kondisi sejumlah bagian bangunan sekolah terlihat kurang terawat.

Berdasarkan penelusuran data yang diperoleh, pada tahun 2024 SDN 050/VII Pauh mengelola Dana BOS sebesar Rp157.450.000 pada tahap I. Dari anggaran tersebut, dana untuk pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat sebesar Rp25.667.400 dan dicairkan pada 19 Januari 2024.

Kemudian pada tahap II, sekolah kembali mengelola Dana BOS sebesar Rp157.450.000. Anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat sebesar Rp14.155.000.

Baca Juga  Kapolres Sarolangun Cek Pos Yan dan Pos Pam Natal dan Tahun Baru 2026 Kabupaten Sarolangun

Dengan demikian, total anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang tercatat pada tahun 2024 mencapai Rp39.822.400, dari total Dana BOS sebesar Rp314.900.000.

Sementara pada tahun 2025, SDN 050/VII Pauh kembali menganggarkan dana pemeliharaan sarana dan prasarana. Pada tahap I, anggaran pemeliharaan tercatat sebesar Rp21.078.000, dengan pencairan Dana BOS pada 22 Januari 2025.

Selanjutnya, pada 8 Agustus 2025, sekolah kembali mencairkan Dana BOS sebesar Rp146.640.000. Dari dana tersebut, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat sebesar Rp9.684.000.

Total anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang tercatat selama tahun 2025 mencapai Rp30.762.000, dari total Dana BOS sebesar Rp293.280.000.
Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi sejumlah bagian bangunan SDN 050/VII Pauh justru terlihat masih membutuhkan perawatan.

Baca Juga  Tim Rajawali Sat Resnarkoba Polres Sarolangun Tangkap Dua Pelaku Anak Dibawah Umur kasus Penyalagunaan Narkoba.

Dinding sekolah tampak kusam dan pada beberapa bagian cat terlihat mengelupas.Selain itu, terdapat bagian plafon yang terlihat jebol. Material dari plafon tersebut bahkan tampak telah jatuh ke tanah. Kondisi gapura pintu masuk sekolah juga terlihat kusam dan kurang terawat.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai realisasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah dialokasikan dalam Dana BOS selama dua tahun tersebut.

Meski demikian, temuan di lapangan tersebut masih memerlukan penjelasan dari pihak sekolah terkait penggunaan dan realisasi anggaran pemeliharaan.

Pihak SDN 050/VII Pauh diharapkan dapat memberikan klarifikasi mengenai pelaksanaan kegiatan, bentuk pemeliharaan yang telah dilakukan, serta penggunaan anggaran tersebut.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak sekolah maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan sesuai data dan fakta yang sebenarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *