Zainal Abidin sebut Batas Wilayah Jangan Dipolitisasi demi kepentingan tertentu

Berita, Daerah361 Dilihat

Pelanginusantaranews.com,
MURATARA – Zainal Abidin sebut Batas Wilayah Jangan dipolitisasi Untuk demi kepentingan tertentu, hal ini dikatakannya kepada beberapa Wartawan yang bertugas di Kabupaten Murata, terkait Polemik batas wilayah antara Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali memanas.

Zainal Abidin, menyampaikan sikap tegas: Muratara menghormati negara, tetapi tidak akan membiarkan hak wilayahnya terus diganggu.

Menurut Zainal, penerapan Permendagri Nomor 76 Tahun 2014 secara nyata merugikan Muratara dari sisi administratif maupun teritorial. Namun demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masyarakat memilih menahan diri dan tetap patuh terhadap regulasi.

Kami ini taat aturan dan setia pada NKRI. Tapi jangan kira kami tidak tahu mana yang merugikan daerah kami,” tegas Zainal.

Baca Juga  PJ Bupati Sarolangun Kembali Melantik Dedy Hendry sebagai PJ Sekda

Ia memperingatkan agar persoalan batas wilayah tidak terus dipolitisasi demi kepentingan tertentu. Sikap kompromi Muratara, kata dia, adalah bentuk kedewasaan, bukan kelemahan.

“Kalau persoalan ini terus diusik, terus digiring jadi isu politik, maka jangan salahkan kami jika menuntut batas wilayah dikembalikan ke garis awal sebelum Permendagri 50 dan Permendagri 76 diberlakukan,” ujarnya dengan nada keras.

Zainal Abidin menilai, kegaduhan yang terus dipelihara hanya akan merugikan masyarakat perbatasan dan menghambat pembangunan. Ia meminta semua pihak berhenti memainkan isu yang sensitif ini.

“Cukup sudah. Jangan jadikan batas wilayah sebagai alat tekanan atau panggung politik. Rakyat butuh kepastian hukum, bukan drama berkepanjangan,” katanya.

Baca Juga  Dinas Dukcapil Kabupaten Sarolangun Sukses Ciptakan inovasi Pelayanan Bagi Masyarakat

Meski demikian, Muratara tetap membuka ruang dialog sepanjang dilakukan secara adil, transparan, dan saling menghormati.

Kami siap duduk bersama. Tapi jangan paksa kami terus bersabar. Kalau hak kami terus diganggu, kami juga siap memperjuangkannya sesuai jalur yang berlaku,” pungkasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Muratara tetap menjaga persatuan, namun tidak akan tinggal diam jika kepentingan wilayahnya terus dipersoalkan tanpa penyelesaian yang adil

Penulis: Endah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *