3.000 Pelanggan Perumda Tirta Sako Batuah Terancam Terganggu akibat Pengalihan Aliran Sungai Batang Limun Oleh Warga Desa Pulau Aro

Berita, Daerah97 Dilihat

Pelanginusantaranews.com,
SAROLANGUN – Sekitar 3.000 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sako Batuah (TSB) Kabupaten Sarolangun di Kecamatan Singkut dan sebagian Kecamatan Pelawan terancam mengalami gangguan distribusi air bersih.

Kondisi tersebut dipicu oleh mengeringnya sumber air baku di Sungai Batang Limun, Desa Pulau Aro, Kecamatan Pelawan, yang diduga akibat adanya pengalihan aliran sungai oleh masyarakat

Hal tersebut disampaikan Direktur Perumda Air Minum Tirta Sako Batuah Sarolangun, Mulyadi, SE, saat meninjau langsung kondisi sumber air baku di lokasi intake Pulau Aro, Kecamatan Pelawan.

Menurut Mulyadi, pengalihan aliran sungai menyebabkan debit air yang masuk ke intake Perumda menurun drastis, terlebih saat musim kemarau. Akibatnya, proses produksi air bersih menjadi sangat terganggu.

Baca Juga  Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika Buka Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Tahun 2027

Akibat pengalihan aliran sungai ini, sumber air baku kami hampir kering. Dampaknya sangat besar terhadap pelayanan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Singkut dan sebagian Kecamatan Pelawan,” ujar Mulyadi.

Ia menjelaskan, apabila kondisi tersebut terus berlanjut, operasional pompa pengambilan air tidak dapat dipaksakan karena berisiko mengalami kerusakan.

Kalau dipaksakan beroperasi dalam kondisi air seperti ini, pompa bisa terbakar. Kalau pompa rusak, pelayanan air bersih kepada masyarakat tentu akan terhenti. Ini yang sangat kami khawatirkan,” tegasnya.

Mulyadi mengatakan, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun maupun DPRD agar segera mendapat perhatian dan solusi. Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan pelayanan dasar yang menyangkut kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Kejari Sarolangun Ajak Buka Puasa bersama insan Pers Sarolangun

Kami berharap ada langkah cepat untuk mengembalikan aliran sungai seperti semula. Jika tidak segera ditangani, gangguan pelayanan air bersih akan semakin meluas, terutama pada musim kemarau seperti sekarang,” katanya Mulyadi dikutip dari Berapa media

Perumda Tirta Sako Batuah berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga keberadaan sumber air baku agar pelayanan air bersih kepada ribuan pelanggan tetap berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *