Jubir LG Minta Klarifikasi Istana atas Tata Letak Sidang Kabinet Paripurna demi Menjaga Marwah Lembaga Kepresidenan

Berita, Nasional367 Dilihat

Pelanginusantaranews.com,
JAKARTA — Juru Bicara Laskar Gibran, Arjun Roy, B.C.A., Minta Klarifikasi Resmi Istana atas Tata Letak Sidang Kabinet Paripurna demi Menjaga Marwah Lembaga Kepresidenan

Laskar Gibran mencermati perhatian publik terhadap tata letak dalam Sidang Kabinet Paripurna terakhir yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Juru Bicara Laskar Gibran, Arjun Roy, B.C.A., menyampaikan bahwa berdasarkan dokumentasi resmi Sidang Kabinet Paripurna yang dapat diamati, baik pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin maupun pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden pada umumnya mendampingi Presiden di meja utama sidang kabinet sebagai bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional dalam membantu Presiden menjalankan pemerintahan.

Baca Juga  PWI Sarolangun Hadiri Resepsi Pernikahan Putri AKP (Purn) Rendradi

Perubahan tata letak pada Sidang Kabinet Paripurna kali ini menimbulkan perhatian dan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Demi menjaga marwah lembaga kepresidenan serta menghindari berkembangnya spekulasi yang tidak perlu, kami berharap pihak Istana atau pejabat yang berwenang dapat memberikan penjelasan resmi mengenai pengaturan tersebut,” ujar Arjun Roy.

Menurutnya, Presiden dan Wakil Presiden merupakan satu kesatuan kepemimpinan nasional yang dipilih langsung oleh rakyat dalam satu pasangan sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi. Oleh karena itu, setiap situasi yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap soliditas kepemimpinan nasional perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak dimanfaatkan untuk membangun narasi yang dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan.

Baca Juga  Warga meminta Tanjakan Paling ekstrim di Provinsi Jambi dipangkas atau diganti Cor Beton

Laskar Gibran menegaskan bahwa pernyataan ini bukan dimaksudkan untuk membangun polemik ataupun spekulasi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap terjaganya wibawa lembaga kepresidenan, kejelasan komunikasi publik, serta kepercayaan masyarakat kepada Presiden dan Wakil Presiden.

Laskar Gibran juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap mengedepankan persatuan, menghormati proses pemerintahan, dan menunggu penjelasan resmi dari pihak yang berwenang tanpa membangun asumsi maupun spekulasi yang belum didukung oleh fakta. Ujar Arjun Roy, B.C.A. Jubir Laskar Gibran (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *