Terancam PHK, Pekerja Lokal Rangkiling Simpang Minta PT JPC Kembalikan Kuota Angkutan ke Tenayan

Pelanginusantaranews.com, SAROLANGUN – Sejumlah pekerja lokal asal Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, menyampaikan tuntutan kepada PT JPC agar kembali memberikan kuota pekerjaan pengangkutan batu bara ke Tenayan, Riau.

Tuntutan tersebut disampaikan para pekerja yang mengaku telah sekitar lima bulan menghadapi ketidakpastian pekerjaan setelah aktivitas pengangkutan melalui kerja sama PT JPC dengan Perusahaan jasa angkutan di mana mereka bekerja mengalami penghentian.

Menurut keterangan para pekerja, sebelumnya mereka mendapatkan kuota pengangkutan batu bara menuju Tenayan melalui kerja sama PT JPC dan Perusahaan tepat mereka bekerja. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas tersebut terhenti setelah pengangkutan dialihkan melalui perusahaan lain, yakni PT RMBE (Riau Mitra Bersama Energi).

Baca Juga  Bupati Sarolangun Launching Gerai Z-Ifthar Ramadhan BAZNAS Sarolangun

Kondisi tersebut membuat para pekerja lokal mengaku terancam kehilangan pekerjaan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah seorang perwakilan pekerja, Gunawan, mengatakan bahwa tuntutan tersebut merupakan inisiatif para pekerja yang ingin tetap mendapatkan kesempatan bekerja dan mempertahankan mata pencaharian mereka.

“Kami ini putra daerah Desa Rangkiling Simpang. Kami meminta agar PT JPC kembali memberikan kuota pengangkutan ke Tenayan, sehingga kami bisa kembali bekerja,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, para pekerja tidak bermaksud menghambat aktivitas perusahaan lain. Mereka berharap Perusahaan tempat dia bekerja dan PT RMBE dapat sama-sama menjalankan aktivitas pengangkutan, sehingga kesempatan kerja bagi masyarakat lokal tetap tersedia.

Para pekerja juga menyampaikan bahwa apabila belum ada solusi dan kuota pengangkutan belum kembali diberikan, mereka berencana menghentikan sementara aktivitas pengangkutan PT RMBE sampai ditemukan kesepakatan yang dapat mengakomodasi kepentingan para pekerja.

Baca Juga  Kadis PMD dan inspektur inspektorat Kompak Bungkam saat di Mintai Tanggapan Terkait Hasil Mobil Dump Truk Milik BUMDES Sesudung Sejahtera Desa Baru

“Kami hanya ingin sama-sama berjalan. Jangan sampai kami sebagai pekerja lokal kehilangan pekerjaan. Kami berharap ada solusi agar aktivitas bisa kembali berjalan,” tambahnya.

Para pekerja berharap PT JPC maupun pihak perusahaan terkait dapat segera memberikan penjelasan dan mengambil langkah penyelesaian atas persoalan tersebut.

Mereka menilai keberadaan perusahaan di daerah semestinya juga memberikan dampak positif terhadap kesempatan kerja masyarakat setempat.

Semetara itu dari pihak PT JPC di wakili oleh Kepala teknik Tambang Rizki saat di minta keterangan terkait persoalan tersebut mengatakan belum bisa memberikan keterangan

Begitu juga dari pihak PT RMBE belum dapat di mintai keterangan, setelah pukul 13 wib, Gunawan di panggil pihak Intelkam polres Sarolangun untuk berdiskusi dengan KTT PT JPC, dari diskusi tersebut pihak kepolisian memediasi kedua belah pihak, dari keterangan Gunawan perwakilan dari para pekerja lokal asal Desa Rangkiling Simpang mengatakan jika pihak kepolisian akan membantu memediasi kan kembali antara pada pekerjaan degan Pimpinan utama PT JPC pada hari kamis tanggal 12 November mendatang, pertemuan di fasilitasi oleh pihak Intelkam Polres Sarolangun berempat di Polres Sarolangun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *