Tujuh Orang Mahasiswa UNJA Kunjungi PWI Jambi

Berita, Pendidikan1349 Dilihat

Pelanginusantaranews.com,
JAMBI – Sebayak tujuh Orang Mahasiswa universitas negeri Jambi berkunjung ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jambi, Jl. Jakarta Ujung kota Jambi, Kunjungan para Mahasiswa Unja tersebut di Sambut oleh ketua PWI
Provinsi Jambi H. Ridwan Agus Depati pada Selasa 24 November 2025.

Tujuh orang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi (UNJA) Program Studi Ilmu Politik Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Adalah Muhammad Syahmi, Fany Satareta Pratiwi, Nani Ramadani, Dyah Nur Syafitri, Sakina Rahma Jianti, Puput Puji Lestari dan Okalani Anindya.
Penyambutan para Mahasiswa ini , didelegasikan oleh Ketua PWI Jambi Ridwan Agus, Depati kepada Wakil Ketua bidang Organisasi PWI Jambi Nalom Siadari,SE di ruang rapat PWI Jambi.

Para Mahasiswa yang duduk di perkuliahan Studi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini rata – rata sudah tercatat dalam status Smester lima dengan lama perkuliahan dua setengah tahun. Para mahasiswa ini dibekali keabsahannya dengan Surat Pengantar dari Fakultas Hukum Universitas Jambi dan ditandatangani Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Rio Yusri Maulana,S.IP.,M.I.POL.,Ph.D.
Para Mahasiswa ini tampak sangat antusias menanyakan tentang bagaimana organisasi PWI memberdayakan kaum Gender/perempuan dalam tugas organisasi PWI Jambi.

Baca Juga  DPRD Muratara Sukses Menggelar Rapat Paripurna LKPJ Tahun Anggaran 2024

” Pertanyaan ini banyak timbul sesuai dengan judul matakuliah Politik Gender. Padahal realisasi di lapangan tentang peran Gender dalam Politik Praktis diatur dalam Undang – undang Pemilu yang mewajibkan setiap Partai Politik harus mengajukan minimum tiga puluh persen dari calon Legislatif yang diajukan ke komisi pemilihan umum adalah wanita/ kaum gender.” Kata Nalom Siandari mewakili ketua PWI Provinsi Jambi

Tentang syarat pengikut sertaan Gender tiga puluh persen dalam calon legislatif, tidak juga serta merta diwajibkan oleh Undang – undang untuk memberlakukan terhadap pengurus Partai Politik mewajibkan kepengurusan Parpol harus tiga puluh persen Wanita. Akibatnya, ketika memasuki masa pemilu, banyak Partai Politik mencari – cari Wanita sebagai calon Legislatif nya untuk memenuhi Peraturan KPU walaupun wanita yang dicalonkan bukan kader bahkan pengurus di Partai Politik yang mengajukan.”

Baca Juga  SMP N Satap 10 Sarolangun Sudah Memprihatinkan

Didalam dunia Jurnalistik akhir – akhir ini banyak Media yang merekrut kaum Gender sebagai tenaga kerja Jurnalistik/ Wartawan terutama media Televisi, Radio, media online termasuk media Mainstream Surat Kabar. Kadangkala di kejurnalistikan, wanita tidak jarang lebih berhasil dari kaum pria dalam hal pengungkapan sebuah fakta walaupun tugas tersebut membutuhkan inestigasi yang sangat rawan dalam keamanan terutama yang menyangkut kasus kriminal atau korupsi.

Kesimpulan yang dibicarakan antara Mahasiswa dan PWI Jambi tentang peran Gender dalam politik dan Jurnalistik serta organisasi bahwa Sistim Politik, Sistim organisasi dan Sistim Jurnalistik harus mampu mengakomodir kaum Gender dengan memanpaatkan kaum itu pada ke ahlian atau tupoksi yang tepat dalam ketiga sistim itu. Gender pada hakekatnya tidak menjadi penghalang ataupun kendala dalam optimalisasi sebuah tujuan organisasi atau sebuah sitim. Walaupun sebuah sistim didominasi oleh kaum Gender, tidak otomatis produktivitasnya lebih rendah dibandingkan oleh sebuah sistim yang didominasi kaum Adam.
Dunia Marketing, dunia peran akting dalam sebuah adegan promosi produk , termasuk dunia investigasi kemafiaan, kaum wanita dapat lebih berhasil daripada pria untuk mencapai tujuan. Dalam administrasi organisasi termasuk keuangan organisasi, kaum/ gender dapat disimpulkan lebih berhasil / produktif dibandingkan dengan kaum pria. Pungkasnya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *